-->

Saturday, August 12, 2017

Neuroplasticity, Rahasia Perubahan Diri
Oleh Adi Panca Setiawan

Dimana letak keadilan Tuhan?

Hal yang sering membuat aku sedih sampai sekarang adalah ketika orang meyakini kalau tes kepribadian yang dia dapat itu akan selalu seperti itu selamanya. Keyakinan dia akan kepribadian dia itu adalah A maka akan selalu seperti itu.

Seperti orang yang meyakini dia adalah pendiam maka dia adalah hal yang wajar kalau dia tidak pandai bergaul dan tidak bisa diminta melakukan public speaking, tidak bisa mengekspresikan dirinya. Seperti dia percaya kalau dia tidak bisa menyuarakan opininya karena pendiamnya itu.

Kepercayaan yang justru menghambat dia untuk bisa berubah bahkan secara tidak sadar digunakan sebagai pembenaran atas keadaan dia.

“Ya wajarlah kok klo aku gak banyak teman, aku kan pendiam.”

“Meski aku gak nyaman dengan pendiamku ini tapi ya mau gimana lagi.”

Dan kalimat-kalimat yang senada.

Demikian juga dengan minder dan tidak percaya diri. Banyak yang menjadikan ini sebagai pembenaran untuk tidak berubah menjadi lebih baik.

“Jadilah diri sendiri”

“Terimalah diri sendiri apa adanya”

Kalimat yang seharusnya bisa memberdayakan diri akhirnya digunakan di situasi yang tidak tepat. Kalimat yang akhirnya dijadikan sebagai pembenaran untuk berhenti berubah menjadi orang yang percaya diri.
Itulah sebabnya aku berulang kali mengatakan langkah awal untuk bisa menjadi percaya diri bukanlah teknik self therapy melainkan keberanian diri untuk bertanggung jawab atas diri sendiri.

Nah sekarang apakah benar kita tidak bisa berubah?

Berkali-kali aku mendengar dari orang-orang kalau sudah dewasa maka kepribadian orang itu tidak bisa berubah atau sangat sulit dirubah. Karena otak manusia ketika dewasa sudah tidak akan berubah lagi seperti ketika kita masih kecil.

Tapi apakah benar demikian?

Untungnya tidak. Menurut riset dari para ahli dalam bidang neuroscience, ilmu yang menjelaskan perilaku manusia dari sudut pandang aktivitas yang terjadi di otak. Dengan perkembangan teknologi dibidang scan otak yang ada sekarang kita bisa melihat aktifitas otak lebih detail dan…

Ditemukan kalau otak manusia itu itu tidak statis meskipun dia sudah dewasa. Ini biasa disebut dengan neuroplastisitas atau neuropalsticity.

Meskipun manusia sudah memasuki usia dewasa, otaknya tetap berkembang. “Jaringan-jaringan” baru pada otak tetap bisa tercipta meskipun dia sudah dewasa. Inilah kenapa kita masih dapat mempelajari hal baru. Meskipun pada awalnya agak kesusahan tapi ketika sudah biasa kita bisa melakukannya dengan otomatis.
Sederhananya kerja otak itu seperti begini, ketika kita menerima rangsangan dari luar seperti sentuhan, bau, rasa atau kita melihat sesuatu maka sensor yang ada pada indera kita akan mengirimkan sinyal listrik kepada orak kita.

Dan otak yang menerima sinyal itu akan menterjemahkan data yang diterima. Nah ada bagian otak yang bernama synapse yang mengantarkan sinyal rangsangan tersebut ke sel-sel otak kita. Nah kalau jalur “pengantaran” sinyal itu sering digunakan maka sinyal yang dikirimkan lebih mudah didistribusikan ke antar sel. Tapi jika itu adalah jalur yang jarang digunakan apalagi jalur baru maka perlu waktu agar bisa lancar.
Inilah kenapa kita memerlukan waktu untuk “terbiasa” ketika kita mempelajari keahlian yang baru dan setelah “terbiasa” kita dengan mudah untuk melakukan keahlian tersebut.

Ini seperti jalan raya, ketika jalan itu masih berupa tanah atau mungkin hutan lebat maka perlu waktu untuk bisa melalui. Tapi ketika pemerintah memutuskan untuk membuat jalan raya disana maka tanah/hutan itu akan dikondisikan untuk pembuatan jalan baru. Menebang, meratakan, memadatkan kemudian mengaspal jalan tersebut.

Ketika jalan sudah diaspal mulus maka kendaraan yang lewat bisa melaluinya dengan mudah dan dalam waktu tempuh yang singkat.

Nah untuk melihat ilustrasi video tentang neuroplasticity bisa liat video ini:


TERUS APA HUBUNGANNYA DENGAN RADICAL CONFIDENCE?

Hubungannya sangat erat sekali. Ini membuktikan kalau pemikiran kepribadian itu bisa dirubah. Punya kepribadian yang minder tidak selamanya akan seperti itu. Artinya pemikiran kalau kepribadian kita itu diturunkan dari orang tua dan akan selamanya begitu adalah salah besar.

Karena otak kita masih bisa berubah yang artinya respon kita terhadap situasi yang kita terima dari luar bisa berubah juga.

Mungkin saat ini anda masih tidak percaya diri ketika berbicara dengan orang yang tidak anda kenal. Atau tidak PD ketika mengemukakan opini, tidak PD ketika dalam bersosialisasi.

Tapi sekarang anda tahu kalau anda masih bisa merubahnya.

Yang perlu kita lakukan adalah mengkondisikan “jalan raya” kita agar kita menjadi orang yang Percaya Diri dalam bersosialisasi, mengemukakan opini ataupun PD dalam hal lain. Karena menurut sains hal itu memang bisa.

Mungkin pada awalanya kita bisa saja mengalami kesulitan, tapi seperti pembuatan jalan raya tadi. Meski pada awalnya agak berat tapi dengan adanya support dan pembangunan terus dilakukan maka jalan raya itu bisa selesai diwujudkan.

Kita perlu menyingkirkan terlebih dahulu halangan yang ada sebelum kita bisa membuat jalan baru kita. Memadatkan tanahnya secara berkelanjutan sebelum tanah itu siap kita aspal. Setelah semua siap barulah kita mulai mengaspal jalan baru tersebut.

Jadi sekali lagi keputusan ada ditangan anda.

Apakah anda masih tetap mau meratapi dan menyalahkan nasib karena dilahirkan sebagai orang pemalu dan minder.

Atau….

Terima kasih sudah membaca artikel kali ini, semoga membawa banyak manfaat untuk Anda. Berkomentarlah secara Positif dan Membangun. SHARE atau BAGIKAN Postingan Ini Saat Anda ingin membawa Kebermanfaatan bagi Lebih banyak orang.

0 comments:

Post a Comment

Ingin Segera Menggunakan Jasa Kami

KONTAK
ALLEN K.
WA +62 857 2686 7689 (Respon Cepat)
Salatiga, Indonesia